Urban House

Karya: Lucky Prasetyo & R Bg Nugroho Sumanto
Asal Kampus: Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
Luas Tanah: 90 m2
Keterangan: Juara Harapan III Sayembara Desain Rumah Ramah Lingkungan 2009


Didesain dinamis dengan detail dari sisa potongan kayu dan bambu yang alami.

Konsep perancangan rumah ini berangkat dari permasalahan terbatasnya lahan dan ruang terbuka di daerah urban yang padat. Lucky Prasetyo dan Nugroho Sumanto melihat kebutuhan ruang bagi sebuah keluarga kecil di lingkungan urban juga menjadi semakin kompleks. Dua mahasiswa arsitektur semester tujuh ini mendesain antar ruang-ruang bersama agar memiliki hubungan yang dinamis. 

Ruang terbuka

Program ruang di lantai bawah terdiri dari ruang tamu, ruang makan, pantry, ruang keluarga, kamar mandi dan ruang jemur. Sedangkan lantai atas diisi dua kamar tidur anak, kamar tidur utama dilengkapi kamar mandi dalam, ruang belajar dan kamar mandi.

Ruang keluarga dan ruang makan hingga pantry dibuat menyatu tanpa sekat. Keterbukaan juga dihadirkan dengan menyatukannya dengan ruang luar.

Di sebelah ruang keluarga dibuat kolam ikan memanjang dengan teras berlantai dek kayu. Di atas kolam terdapat void yang menembus hingga lantai dua. Void juga terdapat di ruang jemur yang berlokasi di bagian belakang. Area terbuka diharapkan menjadi alat sirkulasi udara di dalam rumah. Di samping itu cahaya alami juga dapat masuk ke dalam bangunan dari arah atas. Agar rumah dapat menghemat penggunaan lampu di siang hari. 

Material alami

Fasad rumah ini juga dihadirkan dengan dinamis. Bentukkan massa bangunan disusun dengan komposisi garis bidang dan volume yang saling melengkapi. Salah satunya bidang dinding di lantai dua diberi sapuan warna oranye untuk menghadirkan  aksen pada bangunan.  Dinding juga dikombinasikan dengan susunan kisi-kisi kayu yang diisi potongan-potongan kayu sisa. Tampilannya menyerupai dinding kerawangan yang bisa mengalirkan angin masuk ke dalam sela-sela kayu. Olahan serupa juga digunakan untuk railing di lantai dua.

Desain aplikasi pada skala perumahan

Penggunaan material kayu sisa merupakan salah satu langkah penghematan dan pemanfaatan material daur ulang yang ramah lingkungan. Bahan alami lain yang dipakai adalah bambu. Susunan bambu pendek tampak dihadirkan untuk pagar depan rumah. Pada railing tangga bambu dikombinasikan dengan material kaca.

Untuk menekan biaya pembangunan, dinding dan lantai bangunan hanya menggunakan finishing acian semen tanpa dicat. Selain mudah perawatannya, tampilan semen dapat menghadirkan suasana teduh dan sejuk.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>